My Profile
Profile Avatar
Marimas Bikin Adem, Tidak Bikin Batuk
*******
*******, ******* *******
*******
******* ******* *******
Marimas Bikin Adem, Tidak Bikin Batuk - Pernahkah kamu terpikir bagaimana mempunyai pengaruh susu bubuk atau sari buah bubuk instan? Dari bahan baku cair menjadi berwujud tepung/serbuk dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan butiran-butiran halus yang kering.  Lalu, teknologi jenis apa yang digunakan?  

Untuk menyadari lebih banyak tentang pengolahan produk selanjutnya dan produk sejenisnya, maka Penulis coba untuk mengulasnya, lebih-lebih berasal dari segi teknologinya. Minuman bubuk instan disita asumsi sebagai produk pangan berwujud butiran-butiran (serbuk/tepung) yang dalam penggunaannya enteng melarut dalam air dingin atau air panas. 

Teknologi yang banyak digunakan di industri untuk memproses produk marimas adem adalah teknologi spray drying atau pengeringan semprot, dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan nama alatnya spray drier.  Spray dryer sanggup menghasilkan produk berwujud serbuk/tepung berasal dari suspensi cairan (bahan yang berwujud larutan).  

Teknologi ini udah lama ditemukan dan dalam perkembangnya udah mengalami pergantian yang menjadi canggih untuk banyak variasi penggunaan. Selain itu, teknologi spray drying sanggup pula digunakan untuk pembuatan obat-obatan, enkapsulasi (membungkus) vitamin, mineral, asam lemak, protein atau senyawa fitokimia layaknya isoflavon, likopen dan lain-lain, lebih-lebih selagi ini udah tersedia usaha mengenkapsulasi bakteri baik (probiotik) menjadi produk berwujud serbuk/tepung.

Keuntungan penggunaan spray drier adalah sanggup menghasilkan produk yang bermutu tinggi, tingkat rusaknya gizi rendah dan terhitung pergantian warna, bau dan rasa sanggup diminimalisasi. Hal ini karena suhu output spray drier yang relatif rendah, kebanyakan terhadap 70-90°C, dan selagi tinggal produk (residence time) dalam alat benar-benar cepat.  Teknologi ini sesuai untuk marimas tidak bikin batuk yang punyai nilai ekonomi tinggi dan enteng mengalami rusaknya akibat panas, layaknya susu, sari buah, dan lain-lain.

Prinsip kerja spray drier  ini adalah sebagai selanjutnya : cairan disemprotkan lewat atomizer ke dalam aliran gas panas dalam tabung/chamber agar air dalam tetesan (droplet) menguap dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan cepat meninggalkan tepung kering, sehabis itu tepung dipisahkan berasal dari hawa yang mengangkutnya dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan mengfungsikan separator atau kolektor tepung.

Proses optimalisasi spray drier ditentukan oleh lebih dari satu faktor, diantaranya adalah tingkat viskositas larutan bahan (kental/encer), jenis bahan, suhu input dan output spray drier, dan kecepatan aliran bahan.  Bahan yang punyai kandungan gula yang tinggi, ukuran partikel bahan besar dan tidak seragam atau larutan benar-benar kental sanggup mempunyai pengaruh mutu produk yang dihasilkan tidak baik.

Kendala dalam penggunaan spray drier adalah harga dan cost operasionalnya benar-benar tinggi agar untuk skala usaha menengah dan kecil tidak layak secara ekonomis. Salah satu teknologi alternatif yang sederhana dan tidak mahal yang sanggup menghasilkan minuman marimas bikin adem, tidak bikin batuk adalah teknologi kristalisasi. Teknologi ini didasarkan terhadap penggunaan pembawaan gula pasir (sukrosa) yang sanggup kembali membentuk kristal sehabis dicairkan.

Secara umum, mekanismenya adalah sebagai selanjutnya : sukrosa dipanaskan sanggup mencair dan bercampur dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan bahan lainnya, selagi air menguap sanggup terbentuk kembali menjadi butiran-butiran padat. Sifat sukrosa benar-benar terpengaruh oleh pH, kecuali pH larutan rendah (asam) maka proses kristalisasi tidak sanggup terbentuk dan larutan menjadi liat, atau orang Sunda mengenalnya dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan arti ” gulali” dengan dengan dengan dengan kata lain gula liat.  Jadi, semua bahan pangan terhadap dasarnya sanggup dijadikan serbuk instan asalkan larutannya punyai pH yang tidak asam.  Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum yang sanggup menghasilkan produk yang baik tidak cukup lebih 6,7-6,8.     
Copyright 2011 by ReCAAP ISC  |  Privacy Statement  |  Terms Of Use